
Biodata:
nama: wahyu wijanarko
alamat: jl.siliran lor, kraton, yk
sekula: TK aba patehan, SD kadisono tempel,
Xmp SPEHITA, N SMK N 2 YK.
FZ: cahsiliran@gmail.com
YM: wahyu_siliran@yahoo.com
serkian dulu dr saya.....
Sejarah SMK N 2 Yogyakarta Negeri 2 Yogyakarta. Sekolah ini sudah tua usianya karena telah berdiri sejak tahun 1919 dengan nama PJS “Prince Juliana School”. Dengan keputusan Mendikbud No.019/0/1975 tanggal 7 Februari 1975 sekolah-sekolah diatas diregroup atau digabung menjadi satu dengan nama STM Negeri Yogyakarta 1, yang dalam perkembangan selanjutnya dengan keputusan Mendikbud No.090/0/1979 tanggal 26 Mei 1979, dan mulai tanggal 11 April 1990 namanya diubah lagi menjadi STM 1 Yogyakarta. Adapun spesifikasi gedung SMKN 2 Yogyakarta adalah sebagai berikut: Visi dan Misi SMKN 2 Yogyakarta "Siap Mengantarkan Tamatan untuk Mendapatkan atau Menciptakan Lapangan Kerja" Menyiapkan tamatan : ”Hari ini harus lebih baik dar hari kemarin” Secara umum program kerja SMKN 2 Yogyakarta tahun ajaran 2006-2007 adalah sebagai berikut : Tujuan Tugas Pokok Fungsi Sistem Pembelajaran SMKN 2 Yogyakarta Kegiatan Praktek Dalam pelaksanaan kegiatan praktek jurusan Permesinan masih berada di BLPT, sedangkan untuk jurusan yang lain sudah melaksanakan praktek di kampus SMKN 2 Yogyakarta. Evaluasi dilaksanakan di tiap akhir kompetensi Nilai kompeten (lulus) jika : Normatip dan adaptip 6,50 Produktip 7,00 Dokumen evaluasi diantaranya adalah Skill Paspor yang memuat seluruh kopentensi yang ada, serta Raport yang dibuat 2 kali dalah satu tahun dan memuat seluruh nilai normatip dan adaptip, sedangkan untuk nilai produktip dikelompokkan menjadi nama khusus oleh jurusan masing-masing.
SMKN 2 Yogyakarta dengan alamat Jalan AM. Sangaji 47 Telepon 513490 Yogyakarta adalah salah satu sekolah kejuruan di yogyakarta yang telah lama dikenal masyarakat, semula sekolah ini adalah STM Negeri 1 Yogyakarta yang kemudian pada tahun 1997 diubah namanya menjadi SMK
Sejak didirikan sekolah ini sudah beberapa kali mengalami penambahan-penambahan untuk melengkapi fasilitas sekolah. Penambahan-penambahan itu dilaksanakan pada tahun 1929,1950 dan 1954. Luas area adalah 5,4 Ha dan luas bangunannya sekitar 16.180 meter persegi. Pada tahun 1971 komplek ini ditempati oleh beberapa sekolah diantarannya :
Visi
Misi
a. Memasuki dunia kerja degan sikap profesional.
b. Mampu berkompetisi dan memilih karir untuk
mengembangkan diri.
c. Menjadi warga negara yang produktif, normatif, adaptif dan kreatif.
d. Mampu mengikuti perkembangan IPTEK dan mengembangkan iman, taqwa dalam era gloalisasi. Motto
Program Kerja SMKN 2 Yogyakarta
Komite Sekolah
Kurikulum SMKN 2 Yogyakarta
Kurikulum yang dipakai di SMKN 2 Yogyakarta :
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar adalah 52 - 56 jam /minggu
1. Evaluasi
SMKN 2 Yogyakarta masih memberlakukan sisitem kenaikan kelas:
Ditemukan, Planet Ke-10 Tata SuryaNinok Leksono
Sejak Clyde Tombaugh menemukan Planet Pluto tahun 1930, para astronom masih terus berburu planet di dalam Tata Surya. Itu karena mereka penasaran dengan ukuran Pluto yang kecil-bergaris tengah 2.300 km-selain terus diganggu dengan pertanyaan: Apakah Pluto merupakan planet terjauh dari Matahari?
Teka-teki ini tampaknya telah terjawab. Satu obyek lebih besar dari Pluto yang diyakini sebagai planet ke-10 dalam Tata Surya ditemukan. Badan Ruang Angkasa AS (NASA) mengumumkannya Jumat, 29 Juli. Dengan demikian, Pluto tidak lagi jadi planet terjauh dalam Tata Surya.
Obyek baru ini belum punya nama resmi, tetapi sementara disebut 2003 UB313. Jarak obyek 14,5 miliar km dari Matahari, atau sekitar 97 kali jarak Matahari-Bumi. Dibandingkan dengan jarak Matahari-Pluto, planet ke-10 tiga kali lebih jauh. Satu tahun planet baru itu setara dengan 560 tahun Bumi.
2003 UB313 ditemukan oleh Dr Mike Brown, profesor astronomi keplanetan, dan koleganya dari Institut Teknologi California dengan menggunakan Teleskop Samuel Oschin di Observatorium Palomar yang terletak di dekat kota San Diego, AS.
Planet baru ini kurang-lebih berada di Sabuk Kuiper, satu kawasan gelap di luar orbit Planet Neptunus di mana ribuan benda es kecil mengorbit mengelilingi Matahari. Planet ke-10 tampaknya juga setipe dengan obyek-obyek Sabuk Kuiper, tetapi berukuran lebih besar.
"Pasti lebih besar dari Pluto," tegas Brown dalam situs NASA. Astronom yang menggunakan teropong besar bisa melihat planet baru ini, tetapi jangan berharap pemandangannya mengesankan. Planet 2003 UB313 hanya akan tampak sebagai noktah cahaya redup-dalam istilah astronomi magnitudo visualnya 19. Planet bergerak dengan malas terhadap bintang-bintang yang ada di latar belakang.
Rasi Cetus
Menurut Brown, planet ke-10 ada di rasi bintang Cetus yang tampak di langit pagi sebelah timur, hampir tepat di atas kepala. Penemu lain planet ini adalah Chadwick Trujillo dari Observatorium Gemini di Mauna Kea, Hawaii, dan David Rabinovitz dari Universitas Yale, New Haven, Connecticut. Mereka pertama kali memotretnya dengan Teleskop Samuel Oschin yang bergaris tengah 120 cm, tanggal 31 Oktober 2003.
Karena obyek jauh sekali, geraknya tidak terdeteksi sampai mereka menganalisa kembali data itu, 8 Januari 2005, yang kemudian dianggap sebagai tanggal penemuan planet ke-10.
Selama tujuh bulan terakhir para ilmuwan terus mempelajari planet tersebut guna menaksir ukuran dan pergerakannya.
Tahun 2004 tim yang sama mengumumkan penemuan obyek jauh yang dinamai Sedna, yang hingga temuan terakhir memegang julukan sebagai obyek paling jauh di Tata Surya. Sedna lebih kecil dari Pluto.
Brown dan rekan telah mengusulkan nama planet baru ini, tetapi mereka enggan mengungkapkan hingga nama itu disetujui oleh Badan Astronomi Internasional IAU (International Astronomical Union).
Secara informal, para astronom tersebut menamainya "Xena", mengikuti nama putri ksatria Yunani dalam film serial yang populer saat mereka mulai mengamati langit tahun 2000.
Para astronom sendiri tidak bisa melihat planet 2003 UB313 dengan menggunakan Teleskop Angkasa Spitzer milik NASA yang mencari obyek pemancar radiasi infra-merah. Boleh jadi memang hal yang amat sulit mengingat planet baru ini bersuhu permukaan minus 207?C.
Satu hal lagi yang dapat diceritakan dari planet baru ini adalah orbitnya. Kalau planet-planet lain mengorbit nyaris dalam satu bidang-disebut ekliptika-orbit 2003UB313 menyilang 44 derajat dari ekliptika.
"Bisa membuat orbit seperti itu sangat sulit," ujar Harold Levison dari Institut Riset Southwest di Boulder, Colorado.
Mengingat planet baru ini merupakan obyek ketiga paling terang di Sabuk Kuiper, semestinya ia bisa ditemukan lebih cepat. Tetapi mengingat bidang orbitnya yang sangat menyilang tersebut, maka tidak banyak orang yang mengarahkan surveinya ke sana.
International Membership
Totok Sudarijanto sensei is a member of KGBR (Kokusai Gendai Budo Renmei or International Modern Martial Way Association). KGBR is a federation of gendai budo sensei and dojo who stress functional and practical self defense as a core of their teaching and promote traditional sogo budo in it’s effective and realistic self defense role within the world today. KGBR was started by Seno Kuniaki Shihan, in 1980, and is being continued by Walt Bushey sensei (who runs the Katsujin Ryu Budokai Dojo in Lubbock, TX). KGBR has members from the U.S., England, Australia, Serbia, Czech Republic, Spain, Indonesia, and Japan.
Samurai Indonesia
Samurai Indonesia is founded by Totok Sudarijanto sensei and is the Official Branch of Mizukan Dojo in Colorado, USA. Samurai Indonesia Headquarters is located in Sidoarjo Jawa Timur - Indonesia, dojo that practices Iaijutsu and Senshin ryu Jujutsu.
Iaijutsu
Iaijutsu is the art of swordsmanship in face-to-face combat, as practiced by the samurai of feudal Japan. Unlike kenjutsu (kendo) it begins with the sword still in its scabbard. An inner and outer calm is developed which is tremendously intimidating to the opponent. Sword skills require a philosophical training which permeates the entire life outside the dojo, building compassion and self-discipline. Today, the most widely practiced style of iaido in central Japan is "Muso Jikiden Eishin-Ryu," meaning "Peerless, Direct Transmission, True-Faith Style." Eishin-Ryu claims an unbroken history of about 450 years, making it the second oldest extant martial art form in Japan (the only budo form with a longer history is "Tenshin Shoden Katori Shinto-Ryu," an eclectic system of fighting arts that includes some "Iaijutsu," the art of drawing the sword and reacting to surprise attacks). The founder of Eishin-Ryu was Hayashizaki Jinsuke Minamoto Shigenobu, who lived between 1546 and 1621 in present day Kanagawa prefecture, Japan. Hayashizaki's iaijutsu has been given many names since then and it has been handed down from master to student to the present day. It is considered the foundation for the two major styles of iaido that arepracticed today: Muso Jikiden Eishin-Ryu and Muso Shinden-Ryu. In each generation a headmaster, or soke, has been appointed to guide the practice of the art and each soke has had its own influence on its development. Eishin-Ryu claims an unbroken line from Hayashizaki through twenty-one generations to the present day soke, Sekiguchi Komei. Most iaijutsu historians agree that the inspiration for the name Eishin-Ryu came from the name of the 7th generation headmaster, Hasegawa Chikaranosuke Eishin. Certainly the characters used in his name are the same as those employed in the name of the style. After the 11th generation, iaido branched off into Muso Shinden-Ryu by Nakayama Hakudo. The original branch become known as Muso Jikiden Eishin-Ryu after Oe Masamichi. Currently these two are the most widely practiced iai styles in Japan. There are also a number of other, less-widely practiced, forms of iai that grew out of Hayashizaki's art. Muso Jikiden Eishin-ryu Iaijutsu is the descendant of an unbroken line of tradition that stretches back some 450 years to its origins in ancient Japan. Hayashizaki Jinsuke Shigenobu originated this technique that was to become Iai out of necessity after his father was slain. And if, after vanquishing his powerful foe Hayashizaki had lost the need for Iai, we might not know his name today. But instead of a one-use tool, Hayashizaki sama found an immortal use for this technique. He found a powerful way to preserve life, and refine the human spirit all at once. Working on this solid foundation he began to build a sword style that would survive until these modern times. The seventh grand master Hasegawa Eishin shaped the school around the changing times, keeping true to its enduring spirit, and mastering a new type of sword. Hasegawa's time saw the evolution of the sword from the Tachi design to the Katana. A different style of sword, with a different style of being worn. These stylistic changes demanded fundamental changes in the arts techniques. A challenge that was well met by the man whose name would come to label this style. In fact it was a demonstration before Toyotomi Hideyoshi around 1590 that earned the ryu the title "Muso Ken" ("Sword Without Equal"). If you live in Indonesia and are interested in learning Iaijutsu, you may contact us.
"Iaijutsu is training for life-or-death confrontation. To quit means death. Once you have decided to be an iaijutsu practitioner, you cannot quit!"
International Membership
Totok Sudarijanto sensei is a member of KGBR (Kokusai Gendai Budo Renmei or International Modern Martial Way Association). KGBR is a federation of gendai budo sensei and dojo who stress functional and practical self defense as a core of their teaching and promote traditional sogo budo in it’s effective and realistic self defense role within the world today. KGBR was started by Seno Kuniaki Shihan, in 1980, and is being continued by Walt Bushey sensei (who runs the Katsujin Ryu Budokai Dojo in Lubbock, TX). KGBR has members from the U.S., England, Australia, Serbia, Czech Republic, Spain, Indonesia, and Japan.
Samurai Indonesia
Samurai Indonesia is founded by Totok Sudarijanto sensei and is the Official Branch of Mizukan Dojo in Colorado, USA. Samurai Indonesia Headquarters is located in Sidoarjo Jawa Timur - Indonesia, dojo that practices Iaijutsu and Senshin ryu Jujutsu.
Iaijutsu
Iaijutsu is the art of swordsmanship in face-to-face combat, as practiced by the samurai of feudal Japan. Unlike kenjutsu (kendo) it begins with the sword still in its scabbard. An inner and outer calm is developed which is tremendously intimidating to the opponent. Sword skills require a philosophical training which permeates the entire life outside the dojo, building compassion and self-discipline. Today, the most widely practiced style of iaido in central Japan is "Muso Jikiden Eishin-Ryu," meaning "Peerless, Direct Transmission, True-Faith Style." Eishin-Ryu claims an unbroken history of about 450 years, making it the second oldest extant martial art form in Japan (the only budo form with a longer history is "Tenshin Shoden Katori Shinto-Ryu," an eclectic system of fighting arts that includes some "Iaijutsu," the art of drawing the sword and reacting to surprise attacks). The founder of Eishin-Ryu was Hayashizaki Jinsuke Minamoto Shigenobu, who lived between 1546 and 1621 in present day Kanagawa prefecture, Japan. Hayashizaki's iaijutsu has been given many names since then and it has been handed down from master to student to the present day. It is considered the foundation for the two major styles of iaido that arepracticed today: Muso Jikiden Eishin-Ryu and Muso Shinden-Ryu. In each generation a headmaster, or soke, has been appointed to guide the practice of the art and each soke has had its own influence on its development. Eishin-Ryu claims an unbroken line from Hayashizaki through twenty-one generations to the present day soke, Sekiguchi Komei. Most iaijutsu historians agree that the inspiration for the name Eishin-Ryu came from the name of the 7th generation headmaster, Hasegawa Chikaranosuke Eishin. Certainly the characters used in his name are the same as those employed in the name of the style. After the 11th generation, iaido branched off into Muso Shinden-Ryu by Nakayama Hakudo. The original branch become known as Muso Jikiden Eishin-Ryu after Oe Masamichi. Currently these two are the most widely practiced iai styles in Japan. There are also a number of other, less-widely practiced, forms of iai that grew out of Hayashizaki's art. Muso Jikiden Eishin-ryu Iaijutsu is the descendant of an unbroken line of tradition that stretches back some 450 years to its origins in ancient Japan. Hayashizaki Jinsuke Shigenobu originated this technique that was to become Iai out of necessity after his father was slain. And if, after vanquishing his powerful foe Hayashizaki had lost the need for Iai, we might not know his name today. But instead of a one-use tool, Hayashizaki sama found an immortal use for this technique. He found a powerful way to preserve life, and refine the human spirit all at once. Working on this solid foundation he began to build a sword style that would survive until these modern times. The seventh grand master Hasegawa Eishin shaped the school around the changing times, keeping true to its enduring spirit, and mastering a new type of sword. Hasegawa's time saw the evolution of the sword from the Tachi design to the Katana. A different style of sword, with a different style of being worn. These stylistic changes demanded fundamental changes in the arts techniques. A challenge that was well met by the man whose name would come to label this style. In fact it was a demonstration before Toyotomi Hideyoshi around 1590 that earned the ryu the title "Muso Ken" ("Sword Without Equal"). If you live in Indonesia and are interested in learning Iaijutsu, you may contact us.
"Iaijutsu is training for life-or-death confrontation. To quit means death. Once you have decided to be an iaijutsu practitioner, you cannot quit!"
| |
Tiga puluh dua tahun lalu, manusia pertama kali menginjakkan kakinya ke Bulan. Peristiwa itu adalah peristiwa penting dalam lembaran sejarah manusia, karena untuk pertama kalinya manusia menginjakkan kakinya di sebuah dunia lain. Pendaratan ini adalah realisasi impian dan tekad Presiden Kennedy untuk mendaratkan manusia ke Bulan sebelum dekade 60-an berakhir. Meskipun pendaratan ini adalah buah dari persaingan Amerika dan Uni Soviet (waktu itu), namun tanpa persaingan itupun, niscaya manusia pasti pada akhirnya akan berusaha keluar dari kungkungan gravitasi Bumi. Sebagian orang yakin, jika tanpa perang gengsi Amerika dan Uni Soviet, maka yang akan berperan mendaratkan manusia ke Bulan adalah sektor swasta. Itu hanya masalah waktu saja.
Dibalik cerita kesuksesan pendaratan dua awak misi Apollo 11 ke permukaan Bulan, terdapat cerita tentang kerja keras para ilmuwan dan berbagai sektor industri yang berkaitan dengan penjelajahan ruang angkasa. Ibaratnya gunung es, peristiwa pendaratan itu hanyalah pucuk dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Dalam kompetisi penjelajahan angkasa, Amerika Serikat dan Uni Soviet bersaing ketat. Namun pencapaian program angkasa luar Soviet selalu berada di depan program angkasa luar Amerika Serikat. Sebut saja misalnya manusia yang pertama mengorbit Bumi, maka nama Yuri Gagarin langsung terbayang dalam benak kita. Satelit pertamapun berasal dari program angkasa luar Uni Soviet ini. Dan sebagai puncak persaingan, adalah siapa yang bakal mendaratkan manusia pertama kali ke Bulan. Meski Uni Soviet berhasil mendaratkan terlebih dahulu wahana antariksa tanpa awak ke Bulan, namun Amerikalah yang berhasil mengirim astronotnya untuk berjalan di Bulan.
Program ruang angkasa Amerika Serikat untuk mendaratkan manusia ke Bulan ini dicanangkan oleh Presiden Amerika (saat itu) John F. Kennedy. Dengan tekad mengirim astronotnya ke Bulan dan kembali lagi dengan selamat sebelum dekade 60-an berakhir, pemerintah Amerika akan mengeluarkan dana yang 'tak terbatas'. Seluruh kemampuan diarahkan bagi terlaksananya impian Kennedy tersebut, untuk mengembalikan kejayaan Amerika dalam program luar angkasa.
Program angkasa luar berawak Amerika dalam usahanya mendaratkan manusia ke Bulan, dibagi menjadi 3 jenjang: proyek Mercury, proyek Gemini, dan proyek Apollo. Proyek Mercury dimulai tahun 1958-1963. Proyek Mercury ini memiliki sasaran mempelajari dan menyelidiki pengaruh kondisi ruang angkasa terhadap manusia dan perlengkapan luar angkasa. Proyek Mercury dilanjutkan oleh proyek Gemini, yang memiliki sasaran menguji ketahanan manusia dan pesawat ruang angkasa, dan mencoba strategi pendaratan dari ruang angkasa masuk ke dalam atmosfer, mendaratnya ke satu titik tertentu. Proyek Gemini ini diteruskan oleh proyek Apollo, dengan sasaran utama mengirim astronot ke Bulan, dan kembali dengan selamat.
Setiap misi yang diluncurkan memberikan tambahan pengetahuan dan landasan bagi misi selanjutnya. Namun tidak semuanya memberikan hasil yang memuaskan. Bahkan ada misi yang sempat meminta korban jiwa para astronotnya, yaitu misi berawak Apollo 1. Pada saat latihan 27 Januari 1967, para astronotnya gugur ketika terjadi kebakaran pada modul tempat astronot tersebut berada. Meski misi yang direncanakan sebagai misi pembuka untuk misi-misi berawak ke Bulan ini gagal, tapi tidak menyurutkan langkah usaha pengiriman manusia ke Bulan. Apalagi dekade ke-60 semakin mendekati akhirnya, dan tekad Presiden Kennedy harus segera dipenuhi.
Misi-misi berawak Apollo berikutnya secara berturut melakukan percobaan-percobaan yang setapak demi setapak semakin mendekatkan Amerika pada impiannya mengirim manusia ke Bulan. Dan misi yang akan membawa manusia mendarat di Bulan adalah misi Apollo 11. Misi Apollo 11 berawakkan Neil A. Armstrong sebagai komandan, Edwin E. Aldrin sebagai pilot lunar module, dan Michael Collins sebagai pilot command module. Command Module Columbia ini adalah modul yang akan terus mengorbit Bulan, saat lunar module Eagle mendarat di Bulan dengan dua awaknya. Dan dengan pemilihan Armstrong sebagai komandan, Amerika ingin menunjukkan bahwa misi ini bukanlah proyek militer. Memang diantara awak Apollo 11 ini, hanya Armstrong yang berasal dari kalangan sipil.
Peluncuran misi Apollo 11 ini dilakukan pada tanggal 16 Juli 1969 pukul 09:32:00 EDT (16 Juli 1969 pukul 20:32:00 WIB) dari Kennedy Space Center. Satu juta orang memenuhi jalan-jalan dan pantai di sekitar lokasi peluncuran untuk menyaksikan peluncuran bersejarah ini, yang diharapkan akan membuka babak baru lembaran sejarah manusia. Sementara itu, dari seluruh dunia, peluncuran dapat disaksikan lewat siaran langsung melalui televisi. Gemuruh Roket Saturn V mengantarkan impian manusia menuju Bulan.
Misi Apollo 11 berjalan mulus. Empat hari kemudian, tepatnya tanggal 20 Juli 1969 pukul 20:17:40 UT (21 Juli 1969 pukul 03:17:40 WIB), Armstrong dan Aldrin dengan menggunakan lunar module Eagle, melepaskan diri dari command module Columbia untuk mendarat ke Bulan. Sementara mereka mendarat di Bulan, command module Columbia yang dikemudikan oleh Collins terus mengorbit Bulan. Lokasi yang dipilih untuk pendaratan adalah suatu daerah yang dinamakan Mare Tranquillitatis (Laut Ketenangan). Setelah sukses mendaratkan lunar module Eagle, Armstrong segera melaporkan ke pusat pengendali Houston, bahwa pendaratan sukses. Maka luapan kegembiraan pun melanda pusat pengendali misi Houston. Sang elang telah mendarat!
Sekitar 6,5 jam setelah pendaratan, Armstrong siap keluar dari lunar module Eagle. Saat pertama menginjakkan kakinya di Bulan, Armstrong mengucapkan kata-katanya yang terkenal: "That's one small step for [a] man, one giant leap for mankind." Kira-kira 15 menit kemudian, Aldrin menyusul sebagai orang ke-2 yang menginjakkan kakinya di Bulan. Selama 2,5 jam beraktivitas di Bulan, kedua astronot ini melakukan beberapa percobaan. Setelah itu, mereka kembali ke lunar module Eagle, dan berikutnya kembali bergabung dengan Collins yang mengorbit Bulan dengan command module Columbia. Saat berada di Bulan, selain mengadakan beberapa percobaan dan memasang peralatan ilmuiah, mereka juga mengibarkan bendera Amerika Serikat dan meletakkan plakat yang ditanda-tangani oleh ketiga astronot dan Presiden Amerika (saat itu) Richard Nixon. Pada plakat tersebut, tertulis: "Here Men From Planet Earth First Set Foot Upon the Moon. July 1969 A.D. We Came In Peace For All Mankind."
Impian Presiden Kennedy tercapai, meski dia tak sempat menyaksikannya sendiri. Manusia berhasil menginjakkan kakinya ke permukaan Bulan.
Antara tahun 1969-1972, Amerika telah mendaratkan 12 orang astronotnya di Bulan lewat misi Apollo 11 sampai Apollo 17, dengan pengecualian Apollo 13 yang gagal akibat terjadi kebocoran pada modul servis, yang menyebabkan kehilangan persediaan oksigen, air, listrik dan pemakaian mesin. Meski pendaratan ke Bulan gagal, namun seluruh awak Apollo 13 berhasil selamat pulang ke Bumi.
Melalui 6 misi pendaratan manusia di Bulan itu, para astronot telah melakukan berbagai percobaan di permukaan Bulan, dan membawa pulang debu, pasir, dan batuan Bulan sebanyak 382 kg. Materi Bulan ini dipelajari oleh ilmuwan-ilmuwan dari berbagai negara. Lewat misi-misi ini, pengetahuan kita tentang satelit alami Bumi ini semakin bertambah.
Tantangan mendaratkan manusia ke Bulan telah terpenuhi. Mungkin tantangan berikutnya adalah mendaratkan manusia ke planet lain. Lewat misi-misi ke planet Mars, manusia semakin dekat dengan impian menjejakkan kakinya ke planet lain. Tantangan mendaratkan manusia ke planet Mars jelas lebih sulit dari tantangan mendaratkan manusia ke Bulan. Namun begitu bukan berarti hal itu tidak masuk akal. Hanya saja, saat ini dorongan/tekanan untuk mendaratkan manusia ke Mars tidaklah sebesar dorongan yang mengantar astronot Amerika ke Bulan. Pendaratan manusia ke Mars mungkin baru akan terlaksana dalam 2-3 dekade mendatang. Dan saat impian itu tercapai, beberapa dekade berikutnya mungkin akan terjadinya pengulangan sejarah, seperti saat penemuan benua Amerika oleh Columbus. Para pionir akan berbondong-bondong meninggalkan Bumi menuju dunia baru.
PELOPOR KESENGSARAAN PADA ABAD KE-20
Abad ke-20 yang baru sahaja kita tinggalkan, merupakan satu abad yang sarat dengan peperangan dan konflik, yang membawa kepada kesengsaraan, pembunuhan beramai- ramai, kemiskinan, dan kemusnahan yang dahsyat. Berjuta-juta manusia telah dibunuh, dihapuskan beramai-ramai, terjerumus ke kancah kebuluran dan kematian, dan juga terbiar tanpa rumah dan kediaman, tiada pelindungan dan sokongan. Dan semua ini tanpa sebarang sebab: melainkan kerana perhambaan mereka terhadap ideologi-ideologi sesat. Berjuta-juta manusia telah terdedah kepada layanan tidak berperikemanusiaan yang tidak layak diterima walau pun oleh haiwan. Hampir di setiap zaman pasti terdapat pemerintah-pemerintah dan diktator-diktator yang menyebabkan semua kesengsaraan dan malapetaka ini: seperti Stalin, Lenin, Trotsky, Mao, Pol Pot, Hitler, Mussolini, Franco… Ketika sebahagian mereka berkongsi ideologi yang sama, sebahagian yang lain pula menjadi musuh ketat mereka. Hanya kerana ideologi mereka yang bertentangan, mereka telah mengheret seluruh masyarakat kepada konflik dan mengakibatkan saudara menentang saudara, mendorong mereka memulakan peperangan, melemparkan bom, membakar dan memusnahkan kereta, rumah, dan kedai-kedai, dan melancarkan demonstrasi- demonstrasi ganas. Dengan membekalkan mereka senjata-senjata, ia telah mendorong mereka untuk membelasah hingga mati orang-orang muda, orang-orang tua, lelaki, wanita dan kanak-kanak atau menyusun mereka menghadap ke dinding dan kemudian menembak mereka… Mereka menjadi begitu biadab sehingga sanggup mengacukan pistol ke kepala orang lain dan merenung matanya, kemudian membunuhnya, dan memijak-mijak kepalanya dengan kaki, hanya kerana dia menyokong idea berlainan. Mereka mengusir manusia daripada kediaman mereka tanpa mengira wanita, kanak-kanak atau mereka yang telah tua…
Demikian gambaran ringkas mimpi ngeri abad ke-20 yang baru sahaja kita tinggalkan: manusia yang menyokong idea-idea yang menimbulkan konflik dan mereka yang mengheret manusia ke arah kesengsaraan dan pertumpahan darah untuk menyokong ideologi-ideologi mereka.
Fasisme dan Komunisme menjadi kepala kepada ideologi-ideologi yang menyebabkan manusia terpaksa menempuh hari-hari yang kelam ini. Ia dilihat sebagai ancaman, sebagai idea-idea yang saling memusnahkan. Sebenarnya terdapat satu kenyataan yang menarik di sini: Semua ideologi-ideologi ini telah disuburkan oleh satu sumber ideologi, mereka mendapat kekuatan dan sokongan daripada sumber ini, dan terima kasih kepada sumber ini, mereka telah berjaya mengheret masyarakat memihak kepada mereka. Sepintas lalu, sumber ini tidak menarik perhatian, sering diabaikan sehingga sekarang, dan sering menonjolkan kepada masyarakat wajahnya yang bersih. Sumber tersebut ialah falsafah materialis dan DARWINISME, sebuah falsafah yang diadaptasikan daripada alam semula jadi.
Darwinisme telah berkembang pada abad ke-19 sebagai satu permulaan semula sebuah mitos berasal daripada kaum Sumerian dan Greek Purba oleh seorang pakar biologi amatur Charles Darwin, dan sejak itu telah membentuk idea berbahaya di sebalik semua idea-idea yang mengancam manusia. Dengan berselindung di sebalik topeng sains, ia telah membenarkan ideologi-ideologi ini dan tindakan penyokong-penyokongnya untuk mendapatkan pengesahan palsu.
Dengan pengesahan palsu ini, teori evolusi kemudiannya telah meninggalkan bindang ilmu biologi dan paleontologi dan mula memberikan ulasan di dalam bidang hubungan manusia kepada sejarah, dan mula mempengaruhi berbagai bidang lain daripada politik kepada sosial. Kerana sebahagian dakwaan-dakwaan asas Darwinisme menyokong beberapa pemikiran yang telah mula bergerak dan terbentuk pada abad ke-19, ia telah mendapat sokongan padu daripada golongan-golongan ini. Pada dasarnya, masyarakat telah mula mencuba untuk menerima idea bahawa terdapatnya "perjuangan untuk hidup" (fight for survival) di dalam hidupan di alam ini, dan hasilnya, idea bahawa "yang kuat akan selamat, yang lain pula akan ditewaskan dan lenyap" telah mula mempengaruhi pemikiran dan tingkah laku manusia. Apabila dakwaan Darwinisme bahawa alam ini adalah satu tempat untuk bertempur dan berkonflik mula mempengaruhi manusia dan masyarakat, kecenderungan Hitler untuk membina satu bangsa utama, dakwaan Marx bahawa "sejarah manusia adalah sejarah pertembungan kelas-kelas", pandangan kapitalisme bahawa "yang kuat akan menjadi lebih kuat apabila makin banyak yang lemah", penjajahan negara-negara dunia ketiga oleh bangsa-bangsa imperialis seperti Britain dan layanan mereka yang tidak berperikemanusiaan dan kejam, bersama kenyataan bahawa kulit berwarna masih berhadapan dengan serangan rasialis dan diskriminasi, semuanya ini telah mendapat justifikasi.
Walaupun beliau adalah seorang evolusionis, Robert Wright, pengarang buku The Moral Animal merumuskan malapetaka yang telah dibawakan oleh teori evolusi ini kepada sejarah manusia, seperti berikut:
Teori evolusi mempunyai sejarah aplikasi yang panjang, hebat dan kotor ke atas kehidupan manusia. Setelah campur tangan di dalam falsafah politik sekitar abad ini untuk membentuk satu ideologi kabur yang dikenali sebagai "Darwinisme sosial", ia telah jatuh ke tangan rasialis, fasis, dan kapitalis yang kejam.1
Seperti yang akan dilihat di dalam buku ini dan daripada bukti-bukti yang dikemukakannya, Darwinisme bukan hanya sebuah teori yang hanya hendak menjelaskan asal usul hidupan dan terbatas kepada bidang ilmu sains. Darwinisme adalah satu dogma yang masih dipertahankan oleh penyokong-penyokong ideologi tertentu, di samping kenyataan bahawa ia telah dibuktikan palsu daripada pandangan sains. Hari ini banyak pakar sains, ahli politik dan pemikir, sama ada mereka menyedari atau tidak wajah jahat Darwinisme, telah memberikan sokongan mereka kepada dogma ini.
Sekiranya setiap orang dapat memahami kepalsuan saintifik teori ini, yang telah bertindak sebagai satu inspirasi kepada diktator-diktator dan mentaliti yang kejam dan beberapa pemikiran yang zalim, tidak berperikemanusiaan, dan mementingkan diri sendiri, ia akan dapat menghapuskan ideologi-ideologi yang berbahaya ini. Mereka yang melakukan kejahatan tidak akan dapat mempertahankan diri mereka dengan menyatakan, "Tetapi ini adalah undang-undang alam". Mereka akan kehilangan sokongan saintifik untuk sifat mementingkan diri, dan kekejaman mereka.
Apabila idea Darwinisme, punca ideologi bahaya ini, telah dimusnahkan, hanya satu kebenaran akan tinggal. Iaitu kebenaran bahawa semua manusia dan alam ini telah dijadikan oleh Allah. Mereka yang memahami perkara ini juga akan menyedari bahawa satu-satunya realiti dan kebenaran adalah di dalam kitab suci yang telah diturunkan kepada kita. Apabila sebahagian besar masyarakat mula menyedari kebenaran ini, keperitan, masalah, pembunuhan beramai-ramai, mala petaka, ketidakadilan, dan kemiskinan akan bertukar dengan kesedaran, keterbukaan, kekayaan, kelapangan, kesihatan dan kemewahan. Untuk itu, setiap idea songsang yang berbahaya kepada manusia perlu ditewaskan dan dimusnahkan oleh idea mulia yang akan membawa kebahagiaan kepada manusia. Dengan membalas lontaran batu dengan melontar kepada orang lain, membalas pukulan dengan pukulan, dan membalas agresif dengan agresif, bukan penyelesaiannya. Penyelesaiannya ialah dengan menolak idea mereka yang melakukan perkara-perkara ini dan menjelaskan kepada mereka dengan baik dan sabar, perkara sebenar yang perlu mereka gantikannya.
Tujuan penulisan buku ini ialah untuk menunjukkan kepada mereka yang mempertahankan Darwinisme tanpa melihat keburukannya, secara disedari atau tidak, apakah sebenarnya yang mereka pertahankan itu, dan untuk menjelaskan apakah tanggungjawab yang terpaksa mereka pikul selagi mana mereka masih pura-pura tidak melihat kebenarannya. Tujuan lain pula bukan sekadar untuk mengingatkan mereka yang tidak mempercayai Darwinisme, tetapi juga mereka yang tidak melihat Darwinsime sebagai satu ancaman kepada manusia.
